Peningkatan Kesadaran Keamanan Data Digital Dan Etika Bermedia Sosial Pada Siswa SMP Negeri 38 Bekasi
DOI:
https://doi.org/10.46808/jurnalbengawan.v6i1.254Keywords:
service learning, literasi digital, keamanan digital, etika media sosial, cyberbullyingAbstract
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menjadikan remaja sebagai kelompok pengguna internet aktif yang rentan terhadap berbagai risiko digital, seperti penyalahgunaan data pribadi, cyberbullying, serta penipuan digital. Selain itu, remaja juga bisa terkena dampak langsung dari rendahnya etika dalam bermedia sosial. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial dalam penggunaan media digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Be Aware, Be Secure” ini bertujuan mengenalkan dan membangun pemahaman mengenai keamanan data digital dan etika bermedia sosial pada siswa SMP Negeri 38 Bekasi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode edukatif-partisipatif yang melibatkan 56 siswa kelas VII hingga IX. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta penyebaran kuesioner berbasis skala Likert. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan data pribadi, keamanan akun media sosial, ancaman digital seperti phishing dan cyberbullying, serta etika komunikasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki tingkat kesadaran yang cukup baik terhadap keamanan digital. Sebanyak 58,9% peserta menyatakan sangat setuju bahwa konten digital yang diunggah dapat disimpan dan disebarluaskan kembali oleh orang lain, sedangkan 57,1% peserta memahami cara mengatur privasi akun media sosial. Pada aspek etika digital, 85,7% peserta memahami bahwa komentar kasar dapat menyakiti orang lain dan 64,3% peserta berusaha menggunakan bahasa yang sopan saat berinteraksi di media sosial. Selain itu, mayoritas peserta juga menunjukkan penolakan terhadap perilaku cyberbullying dan memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dapat menjadi media pembelajaran yang relevan dalam mengenalkan literasi keamanan digital kepada siswa.
Kata Kunci: literasi digital, keamanan digital, etika bermedia sosial, cyberbullying, service learning.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dian Sukmawati, Moh Rifaldi Akbar, Annisa Eka Syafrina, Nurul Fauziah, Titis Nurwulan Suciati, Yudhistira Ardi Poetra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





