Edukasi Kesehatan Organ Reproduksi Dan Pemanfaatkan Daun Sirih Menjadi Sabun Antiseptik Kepada Penerima Manfaat Panti Rehabilitasi Sosial Wanita

Authors

  • Stefanus Khrismasagung Trikusumaadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional,Indonesia
  • Adhi Kumoro Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional,Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46808/jurnalbengawan.v6i1.247

Keywords:

Kesehatan Reproduksi, Infeksi Menular Seksual, Edukasi kesehatan, Ekstrak daun sirih

Abstract

Abstrak:  Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas hidup perempuan, terutama bagi kelompok rentan seperti pasien rehabilitasi sosial. Permasalahan seperti infeksi menular seksual (IMS) dan rendahnya personal hygiene menjadi faktor risiko utama yang perlu ditangani melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kesehatan organ reproduksi serta keterampilan dalam pemanfaatan bahan alami melalui pembuatan sabun berbahan ekstrak daun sirih. Metode yang digunakan meliputi pendekatan didaktik melalui ceramah, diskusi, pembagian buku saku, serta pelatihan praktik pembuatan sabun. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator hasil berupa peningkatan pengetahuan dan tingkat kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 60,85 pada pre-test menjadi 67,45 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) dengan nilai effect size kategori sedang (d = 0,41). Selain itu, tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat puas dengan rata-rata skor 4,73 (skala 1–5). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta serta memberikan pengalaman pembelajaran yang positif. Pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal dapat menjadi strategi yang relevan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi.

Abstract: Reproductive health is a crucial aspect of women’s quality of life, particularly for vulnerable groups such as social rehabilitation patients. Issues such as sexually transmitted infections (STIs) and poor personal hygiene remain significant risk factors that require educational and empowerment-based interventions. This community service program aimed to improve participants’ knowledge of reproductive health and enhance their skills in utilizing natural resources through the production of herbal soap made from betel leaf extract. The program employed a didactic approach, including lectures, discussions, booklet distribution, and hands-on training in soap production. Evaluation is carried out based on outcome indicators in the form of increased knowledge and participant satisfaction levels. The results indicated an increase in the average knowledge score from 60.85 in the pre-test to 67.45 in the post-test. A paired sample t-test revealed a statistically significant difference (p < 0.05), with a moderate effect size (d = 0.41). Additionally, participant satisfaction was categorized as very high, with an average score of 4.73 on a 1–5 scale. In conclusion, the program was effective in improving participants’ knowledge and providing a positive learning experience. The integration of educational strategies with skill-based training using local resources offers a relevant approach for promoting and preventing reproductive health issues

Downloads

Published

2026-06-25

Issue

Section

Articles