Peningkatan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Bahaya Resistensi Antibiotik (Jagareksa Antibiotik)

Authors

  • Riyan setiyanto Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Adnan Nur Avif Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Yohana Baptista T Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Tisha Aurellia Bonanza Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46808/jurnalbengawan.v6i1.241

Keywords:

Resistance, Jagareksa, Antibiotics

Abstract

Resistensi Antibiotik (RA) saat ini telah menjadi krisis kesehatan masyarakat global yang serius, di mana mikroorganisme berevolusi sehingga antibiotik kehilangan efisiensi untuk mnghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri. Ancaman ini tidak hanya mempunyai dampak klinis semata, melainkan juga berdampak sosial dan ekonomi, ditandai adanya peningkatan angka morbiditas dan mortalitas yang signifikan yang diakibatkan oleh infeksi yang sulit diobati. Di Indonesia, permasalahan pola pengobatan antibiotik yang irrasional masih menjadi isu utama yang mempercepat laju resistensi. Studi menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya RA di komunitas adalah penggunaan obat antibiotik tanpa anjuran atau resep dokter (swamedikasi), serta ketidakpatuhan terhadap durasi dan dosis pengobatan yang semestinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan edukasi kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman masyarakat terhadap kasus resistensi antibiotik dan dampaknya, sebagai upaya yang preventif untuk mengendalikan penyebaran resistensi antimikroba di kalangan masyarakat. Edukasi “Jagareksa Antibiotik” berlokasi di POSBINDU Desa Getasan, Tarubasan, Klaten., secara keseleruhan telah berjalan sukses meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik yang rasional. Kenaikan nilai rata-rata yang berubah sangat signifikan dari 63,81 pada pre-test menjadi 95,24 pada post-test, yaitu meningkat sebesar 49%. Kesadaran yang baru ini menjadi langkah awal penting bagi masyarakat untuk mencegah risiko terjadinya resitensi antibiotik di sekitar lingkungan masyarakat

Downloads

Published

2026-06-25

Issue

Section

Articles